Ketaksamaan Cauchy-Schwarz

Salah satu ketaksamaan yang sering digunakan baik dalam kompetisi matematika adalah ketaksamaan Cauchy-Schwarz. Bunyi teoremanya sebagai berikut:

Theorem 1 (Cauchy-Schwarz) Untuk setiap barisan bilangan real $a_1,a_2,\ldots,a_n$ dan $b_1,b_2,\ldots,b_n$ berlaku \[\left(a_1b_1+a_2b_2+\cdots+a_nb_n\right)^2\leq \left(a_1^2+a_2^2+\cdots a_n^2\right)\left(b_1^2+b_2^2+\cdots b_n^2\right)\] dengan ketaksamaan terjadi ketika \[\frac{a_1}{b_1}=\frac{a_2}{b_2}=\cdots =\frac{a_n}{b_n}\]

Dalam soal-soal kompetisi, reformulasi Cauchy-Schwarz dalam bentuk berikut terbukti sangat berguna

Theorem 2 (CS Engel Form) Misalkan $a_1,a_2,\ldots, a_n$ adalah barisan bilangan real dan $b_1,b_2,\ldots, b_n$ adalah barisan bilangan real positif. Maka berlaku \[\frac{a_1^2}{b_1}+\frac{a_2^2}{b_2}+\cdots +\frac{a_n^2}{b_n}\geq \frac{(a_1+a_2+\cdots a_n)^2}{b_1+b_2+\cdots b_n}\ \ \ \ \ (2)\]

Proof: Ketaksamaan setara dengan \[(a_1+a_2+\cdots a_n)^2\leq \left(\frac{a_1^2}{b_1}+\frac{a_2^2}{b_2}+\cdots +\frac{a_n^2}{b_n}\right)\left(b_1+b_2+\cdots +b_n\right)\] yang merupakan implikasi dari Cauchy-Schwarz karena ruas kiri bisa kita tuliskan sebagai \[\left(\frac{a_1}{\sqrt{b_1}}\sqrt{b_1}+\frac{a_2}{\sqrt{b_2}}\sqrt{b_2}+\cdots + \frac{a_n}{\sqrt{b_n}}\sqrt{b_n}\right)^2\] $\Box$

Contoh 1 Untuk setiap bilangan real $a,b,c$ berlaku \[ab+bc+ca\leq a^2+b^2+c^2\]

Solusi Menurut CS kita peroleh \[(ab+bc+ca)^2\leq (a^2+b^2+c^2)(b^2+c^2+a^2)\] Dengan menarik akar kedua ruas kita peroleh \[ab+bc+ca\leq |ab+bc+ca|\leq a^2+b^2+c^2\]

Contoh 2 (Nesbitt) Untuk setiap bilangan real positif $a,b,c$ berlaku \[\frac{a}{b+c}+\frac{b}{c+a}+\frac{c}{a+b}\geq \frac{3}{2}\]

Solusi Perhatikan bahwa \[ \begin{align*} \frac{a}{b+c}+\frac{b}{c+a}+\frac{c}{a+b}&=\frac{a^2}{ab+ac}+\frac{b^2}{bc+ab}+\frac{c^2}{ca+ab}\\ &\geq \frac{(a+b+c)^2}{2(ab+bc+ca)}\qquad\text{( CS Engel form )} \end{align*} \] Dengan demikian kita cukup membuktikan \[\frac{(a+b+c)^2}{2(ab+bc+ca)}\geq \frac{3}{2}\] yang setara dengan \[(a+b+c)^2\geq 3(ab+bc+ca)\] \[a^2+b^2+c^2\geq ab+bc+ca\] Akan tetapi kita telah membuktikan kebenaran ketaksamaan terakhir pada soal sebelumnya.

Contoh 3 Untuk setiap bilangan positif $a,b$ buktikan bahwa \[\frac{a}{b^2}+\frac{b}{a^2}\geq \frac{1}{a}+\frac{1}{b}\]

Solusi Dengan CS kita peroleh \[ \begin{align*} \frac{a}{b^2}+\frac{b}{a^2}=\frac{\left(\frac{1}{b}\right)^2}{\frac{1}{a}}+\frac{\left(\frac{1}{a}\right)^2}{\frac{1}{b}}\geq \frac{\left(\frac{1}{b}+\frac{1}{a}\right)^2}{\frac{1}{a}+\frac{1}{b}}=\frac{1}{a}+\frac{1}{b} \end{align*} \]

Contoh 4 Untuk setiap bilangan positif $a,b,c$ buktikan bahwa \[a^3b+b^3c+c^3a\geq abc(a+b+c)\]

Solusi Bagi kedua ruas dengan $abc$ untuk mendapatkan \[\frac{a^2}{c}+\frac{b^2}{a}+\frac{c^2}{b}\geq a+b+c\] Ketaksamaan ini jelas benar karena menurut CS kita peroleh \[\frac{a^2}{c}+\frac{b^2}{a}+\frac{c^2}{b}\geq \frac{(a+b+c)^2}{c+a+b}=a+b+c\]

Contoh 5 Untuk setiap barisan bilangan positif $a_1,a_2,\ldots, a_n$ berlaku \[\frac{a_1+a_2+\cdots +a_n}{n}\geq \frac{n}{\frac{1}{a_1}+\frac{1}{a_2}+\cdots \frac{1}{a_n}}\]

Solusi Tulis ulang ketaksamaan di atas menjadi \[\frac{1}{a_1}+\frac{1}{a_2}+\cdots+\frac{1}{a_n}\geq \frac{n^2}{a_1+a_2+\cdots a_n}\] Dengan CS kita peroleh \[\frac{1}{a_1}+\frac{1}{a_2}+\cdots+\frac{1}{a_n}\geq \frac{\overbrace{\left(1+1+\cdots 1\right)^2}^n}{a_1+a_2+\cdots +a_n}=\frac{n^2}{a_1+a_2+\cdots +a_n}\]

Contoh 6 (IMO 95) Misalkan $a,b,c$ adalah bilangan real positif sedemikian sehingga $abc=1$. Buktikan bahwa \[\frac{1}{a^3(b+c)}+\frac{1}{b^3(c+a)}+\frac{1}{c^3(a+b)}\geq\frac{3}{2}\]

Solusi Perhatikan bahwa dengan CS kita dapatkan \[ \begin{align*} \text{ Ruas Kiri }&=\frac{(1/a)^2}{ab+ac}+\frac{(1/b)^2}{bc+ab}+\frac{(1/c)^2}{ca+bc}\\ &\geq \frac{\left(\frac{1}{a}+\frac{1}{b}+\frac{1}{c}\right)^2}{2(ab+bc+ca)}\\ &=\frac{(bc+ca+ab)^2}{2(ab+bc+ca)}\\&=\frac{ab+bc+ca}{2} \end{align*} \] Dengan demikian kita cukup membuktikan bahwa $ab+bc+ca\geq 3$. Akan tetapi dengan AM-GM kita peroleh \[ab+bc+ca\geq 3\sqrt[3]{(abc)^2}=3\]

Latihan (soal-soal di bawah akan di bahas di link berikut: http://olimpiade.org/Forum/?qa=1417/ketaksamaan-cauchy-schwarz)

  1. Misalkan $a,b,c$ bilangan real positif. Buktikan bahwa \[\frac{2}{a+b}+\frac{2}{b+c}+\frac{2}{c+a}\geq \frac{9}{a+b+c}.\]
  2. Misalkan $a,b,c>0$ dan $a+b+c=1$. Tunjukkan bahwa \[\left(a+\frac{1}{a}\right)^2+\left(b+\frac{1}{b}\right)^2+\left(c+\frac{1}{c}\right)^2\geq \frac{100}{3}.\]
  3. Misalkan $a,b,x,y,z$ merupakan bilangan real positif. Buktikan bahwa \[\frac{x}{ay+bz}+\frac{y}{az+bx}+\frac{z}{ax+by}\ge\frac{3}{a+b}.\]
  4. Misalkan $x_i>0$ dan $s=x_1+\cdots+x_n$. Tunjukkan bahwa \[\frac{s}{s-x_1}+\frac{s}{s-x_2}+\cdots+\frac{s}{s-x_n}\geq \frac{n^2}{n-1}.\]
  5. Misalkan $a,b,c>0$. Tunjukkan bahwa \[\frac{a}{(b+c)^2}+\frac{b}{(c+a)^2}+\frac{c}{(a+b)^2}\geq \frac{9}{4(a+b+c)}.\]
  6. Misalkan $a,b,c>0$. Buktikan bahwa \[\frac{a^2+b^2}{a+b}+\frac{b^2+c^2}{b+c}+\frac{a^2+c^2}{a+c}\geq a+b+c.\]
  7. Misalkan $x,y,z>0$. Buktikan bahwa \[\frac{x}{x+2y+3z}+\frac{y}{y+2z+3x}+\frac{z}{z+2x+3y}\geq \frac{1}{2}.\]
  8. Misalkan $x,y,z>0$. Buktikan bahwa \[\frac{x^2}{(x+y)(x+z)}+\frac{y^2}{(y+z)(y+x)}+\frac{z^2}{(z+x)(z+y)}\geq \frac{3}{4}.\]
  9. Misalkan $a,b,c,d,e$ bilangan real positif. Buktikan bahwa \[\frac{a}{b+c}+\frac{b}{c+d}+\frac{c}{d+e}+\frac{d}{e+a}+\frac{e}{a+b}\geq \frac{5}{2}.\]
  10. Misalkan $a,b,c>0$ dan $ab+bc+ca=\frac{1}{3}$. Buktikan bahwa \[\frac{a}{a^2-bc+1}+\frac{b}{b^2-ca+1}+\frac{c}{c^2-ab+1}\geq \frac{1}{a+b+c}.\]
  11. Misalkan $a,b,c>0$. Buktikan bahwa \[\frac{a+b}{b+c}\cdot \frac{a}{2a+b+c}+\frac{b+c}{c+a}\cdot \frac{b}{a+2b+c}+\frac{c+a}{a+b}\cdot \frac{c}{a+b+2c}\geq \frac{3}{4}.\]

Pustaka

  • T. Andreescu, B. Enescu, Mathematical Olympiad Treasures, Birkhauser Boston,2006.
  • A. Engel, Problem-Solving Strategies. Springer-Verlag New York, Inc., 1998.
  • J. Herman, R. Kucera, J. Simsa, Equations and Inequalities, Springer-Verlag New York, Inc., 2000
  • T. Andreescu, V. Cirtoaje, G. Dospinescu, M. Lascu, Old and New Inequalities, GIL Publishing House, 2004.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengalikan Repunit

1. Latar Belakang

Musim panas ini saya berinisiatif untuk mengisi waktu kedua anak saya, Rakean (9 tahun) dan Hanif (7 tahun) dengan kegiatan yang bermanfaat. Mengingat bahwa pelajaran matematika di Amerika ini agak berbeda dengan pelajaran di Indonesia saya ingin mengisi waktu musim panas ini dengan pengayaan matematika. Saya akan merekam kegiatan yang kami lakukan di blog mudah-mudahan ada yang bisa mengambil manfaatnya.

2. Repunit

Rakean sudah belajar perkalian dua bilangan dengan dua atau tiga digit dengan cara klasik dan Hanif baru mempelajarinya. Ketika kita sedang mereview hal ini, timbul gagasan untuk mengkuadratkan bilangan yang semua digitnya adalah satu. Bilangan yang semua digitnya satu ini dikenal sebagai repunit. Saya meminta Rakean untuk mengalikan bilangan-bilangan berikut:

  1. $ {11\times 11}$
  2. $ {111\times 111}$
  3. $ {1111\times 1111}$

Dapat kita lihat bahwa hasil perkalian bilangan-bilangan diatas masing-masing adalah $ {121,12321}$ dan $ {1234321}$. Kemudian saya meminta dia untuk melihat pola dari bilangan yang dihasilkan, saya bantu dia dengan menekankan untuk mencari pola dari banyaknya digit yang dihasilkan. Di sekolahnya dia sudah mengenal tabel input-output untuk mencari pola atau hubungan antara input dan output. Berikut adalah tabel yang kami buat

$ {\begin{array}{c|c} \text{Banyaknya digit 1 }&\text{ Banyaknya digit hasil perkalian }\\\hline 2&3\\ 3&5\\ 4&7\\ \vdots&\vdots\\ 9& ? \end{array}}$

Rakean mengamati bahwa kolom kedua adalah bilangan ganjil yang berurutan. Dengan melengkapi tabel dia mengetahui bahwa untuk repunit dengan 9 digit maka hasil perkaliannya haruslah $ {17}$ digit. Dari hasil sebelumnya dia juga mengamati bahwa hasil perkalian (dari kiri ke kanan) selalu dimulai dari 1 kemudian berturut-turut 2,3 dan terus naik sampai angka $ {n}$ dan kemudian turun sampai 1. Bilangan $ {n}$ ini ternyata berkaitan dengan banyaknya digit dari repunit. Sebagai contoh untuk perkalian dua repunit dengan 4 digit maka hasil perkaliannya adalah 1,2 sampai 4 kemudian turun lagi ke 1, yakni $ {1234321}$. Dari pengamatan ini dia bisa menyimpulkan bahwa hasil perkalian dua repunit dengan 9 digit adalah

$ \displaystyle 12345678987654321$

Kemudian saya tantang dia untuk mengalikan dua repunit dengan 13 digit. Saya bantu dia untuk melihat bahwa kita mempunyai masalah jika kita ingin menggunakan pola yang telah kita amati sebelumnya. Ingat bahwa kita tahu bahwa digit-digit dari hasil perkalian selalu naik dari 1 sampai ke n kemudian turun lagi sampai 1. Tapi manakala $ {n}$ sendiri adalah bilangan dengan dua digit kita tidak bisa melakukan hal ini. Saya katakan kepadanya untuk sementara menganggap “10″,”11″, dst dan seterusnya sebagai digit. Berdasarkan pola sebelumya untuk perkalian dua repunit dengan 13 digit kita peroleh

$$ \displaystyle 123456789(10)(11)(12)(13)(12)(11)(10)987654321$$

Karena 10,11,12 dan 13 kita harus menganggap misalnya 10 sebagai 1 puluhan dan 0 satuan. Jadi 10 kita anggap sebagi digit 0 dan kita pindahkan 1 ke digit berikutnya. Dengan melakukan hal ini maka hasil diatas bisa ditulis ulang sebagai

$$ \displaystyle 1234567901234320987654321$$

Setelah melakukan hal ini dia dengan senang hati melakukan perkalian dengan digit yang lebih besar. Untuk memeriksa hasil perkalian, saya sarankan dia untuk mengeceknya dengan menggunakan http://www.wolframalpha.com.

3. Lembar Kerja Siswa

Jika anda berminat untuk mencobakan aktifitas ini kepada anak atau anak didik anda, anda bisa download lembar kerja siswa di sini.

Posted in matematika dasar, matematika SD, matematika SMP | Tagged , , | Leave a comment

Aljabar Linear: Sistem Persamaan Linear

 

1. Persamaan

Mencari solusi suatu persamaan adalah salah satu tema sentral dalam matematika. Upaya untuk mencoba memecahkan dan memahami solusi dari persamaan suku-banyak $ {a_nx^n+\cdots+a_1x+a_0=0}$ mendorong munculnya bilangan imajiner $ {i}$ yang memenuhi $ {i^2=-1}$ yang kemudian mendorong lahirnya bilangan kompleks dan analisis terhadap bilangan kompleks ini menghasilkan berbagai terapan terhadap bidang matemika yang lain dan juga bidang-bidang di luar matematika.

Kita mengetahui bahwa persamaan kuadrat $ {ax^2+bx+c=0}$ mempunyai solusi

$ \displaystyle x=\frac{-b\pm \sqrt{b^2-4ac}}{2a}$

Adalah alamiah untuk menanyakan apakah persamaan kubik, kuartik atau yang berderajat lebih tinggi mempunyai solusi serupa dengan di atas,yakni solusi yang bisa dituliskan dalam bentuk penjumlahan, perkalian dan penarikan akar. Pada abad ke 16 telah di ketahui bahwa persamaan kubik dan kuartik umum dapat dipecahkan dan solusinya dapat dituliskan dalam bentuk penjumlahan, perkalian dan penarikan akar.

Baru pada akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19, Abel-Ruffini menunjukkan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan pada persamaan umum berderajat lima. Kemudian ini mendorong lahirnya teori Galois yang oleh sebagian matematikawan di pandang sebagai salah satu hasil yang paling indah. Dengan teori Galois, selain mengkonfirmasi hasil yang telah diperoleh oleh Abel-Ruffini juga memungkinkan untuk mengidentifikasi persamaan berderajat lima yang mana saja yang mempunyai solusi dalam bentuk perkalian, penjumlahan dan penarikan akar.

 

2. Pendahuluan Sistem Persamaan Linier

Di dalam tulisan ini dan juga saya harap tulisan-tulisan kedepan, saya ingin meninjau Aljabar Linier sebagai usaha untuk mencari dan memahami solusi dari sistem persamaan linear. Dalam usaha ini termasuk didalamnya adalah bagaimana cara mencari solusi suatu persamaan linear? berapa banyak solusi yang dimiliki? apakah persamaan linier selalu memiliki solusi? adakah cara yang memudahkan pencarian solusi? dst.

Pertanyaan yang pertama muncul tentu saja adalah apakah itu persamaan linear? Sebelum memberikan definisi secara abstrak, mari kita lihat contoh berikut.

Dua potong baju dan tiga potong celana berharga Rp.310.000. Sedangkan empat potong baju dan dua potong celana berharga $ {340.000}$. Jika setiap baju berharga sama dan demikian pula dengan harga celana, berapakah harga dari sepotong baju dan sepotong celana?

Misalkan $ {x}$ menyatakan harga satu baju dan $ {y}$ menyatakan harga dari satu celana, dari informasi di atas kita peroleh

$\begin{align*} 2x+3y&=310.000\\
4x+2y&=340.000 \end{align*}$

Hurf $ {x}$ dan $ {y}$ disini menggambarkan suatu kuantitas yang belum kita ketahui dan ingin kita cari. Kita istilahkan mereka sebagai anu. Sedangkan bilangan-bilangan di depan $ {b}$ dan $ {c}$ kita sebut sebagai koefisien.

Sekarang kita siap untuk mendefinisikan sistem persamaan linier secara umum.

Suatu sistem persamaan linear yang terdiri dari $ {m}$ buah persamaan dan $ {n}$ buah anu $ {x_1,x_2,\ldots,x_n}$ adalah himpunan $ {m}$ buah persamaan berbentuk

$\begin{align*} k_{11}x_1+k_{12}x_2+\cdots+ k_{1n}x_n&= b_1\\
k_{21}x_1+k_{22}x_2+\cdots+k_{2n}x_n&=b_2\\
\vdots\quad &\quad\quad\vdots\\
k_{m1}x_1+l_{m2}x_2+\cdots+k_{mn}x_n&=b_m \end{align*}$

Mari kita kembali kepada persamaan linear pada contoh di atas. Pertama kita dapat melihat bahwa semakin banyak anunya, semakin banyak sistem persamaan linear kita pecahkan. Mengingat hal ini, kita mencari cara untuk mengurangi banyaknya anu. Perhatikan bahwa dengan mengalikan persamaan pertama dengan -2 kita peroleh $ {-4x-6y=-620.000}$. Jika persamaan ini kita tambahkan kepada persamaan kedua, kita peroleh

$ \displaystyle -4y=-280.000 $

yang merupakan suat persamaan dengan satu anu. Dan dengan membagi kedua ruas dengan -4, persamaan terakhir ini memberikan $ {y=70.000}$. Dengan menggunakan salah satu dari kedua persamaan awal , misalkan $ {2x+3y=310.000}$, subsitusi $ {y=70.000}$ menghasilkan $ {2x+210.000=310.000}$ dan kita dapatkan $ {x=50.000}$.

Mari kita berefleksi dengan apa yang telah kita lakukan:

  1. Kita mengalikan persamaan persamaan pertama dengan -2, dan kemudian menambahkannya dengan persamaan kedua.
  2. Membagi dengan hasil dari langkah 1, dengan -4 (atau mengalikan dengan -1/4).

Dari sana bisa kita rumuskan bahwa strategi untuk mendapatkan solusi dari suatu sistem persamaan linear adalah mengurangi banyaknya anu secara bertahap dengan melakukan langkah-langkah yang dilegalkan sebagai berikut:

  1. Mengalikan suatu persamaan dengan suatu bilangan dan kemudian menambahkannya kepada bilangan yang lain.
  2. Mengalikan/membagi suatu persamaan dengan suatu bilangan (tak nol).

Cari solusi dari sistem persamaan berikut:

  1. $\begin{align*}3x+5y&=1\\
    7x+9y&=5\end{align*}$
  2. $\begin{align*}x+y+2z&=4\\
    x+2y+z&=1\\
    3x-y-3z&=-2\end{align*}$

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menurunkan di bawah integral

Dengan menurunkan di bawah tanda integral kita mempunyai alat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan integral yang menarik. Pertama kita akan tuliskan apa itu menurunkan di bawah integral dan sekaligus membuktikannya.

Teorema 1 Misalkan $ {f:[a,b]\times[c,d]\rightarrow \mathbb{R}}$ adalah fungsi kontinu. Jika $ {\frac{\partial f}{\partial y}}$ kontinu maka

$ \displaystyle \frac{d}{dy}\int_a^b f(x,y)\,dx=\int_a^b \frac{\partial}{\partial y}f(x,y)\,dx. $

Bukti: Misalkan $ {F(y):=\int_a^b f(x,y)\,dx}$. Maka

$ \displaystyle \frac{F(y)-F(y_0)}{y-y_0}=\int_a^b \frac{f(x,y)-f(x,y_0)}{y-y_0}\, dx \ \ \ \ \ (1)$

Untuk suatu $ {x}$ yang tetap, fungsi $ {f(x,y)}$ kontinu sebagai fungsi dari variabel $ {y}$. Menurut Mean Value Theorem, terdapat $ {c_x}$ di antara $ {y}$ dan $ {y_0}$ sedemikian sehingga $ {f(x,y)-f(x,y_0)=\frac{\partial f}{\partial y}(x,c_x)(y-y_0)}$. Akibatnya integral di atas bisa dituliskan sebagai

$ \displaystyle \int_a^b \frac{\partial f}{\partial y}(x,c_x)\, dx \ \ \ \ \ (2)$

Dari persamaan (1) dan (2) kita dapatkan $\begin{align*}\biggl | \frac{F(y)-F(y_0)}{y-y_0}-\int_a^b \frac{\partial f}{\partial y}(x,y)\, dx\biggr|&=\biggl | \int_a^b \frac{\partial f}{\partial y}(x,c_x)\, dx-\int_a^b \frac{\partial f}{\partial y}(x,y)\, dx\biggr |\\&\leq \int_a^b \biggl|\frac{\partial f}{\partial y}(x,c_x)-\frac{\partial f}{\partial y}(x,y)\biggr|\,dx\end{align*}$ . Diberikan $ {\varepsilon >0}$. Karena $ {\frac{\partial f}{\partial y}(x,y)}$ (sebagai fungsi dari $ {y}$) kontinu pada interval tutup $ {[c,d]}$, maka $ {\frac{\partial f}{\partial y}(x,y)}$ kontinu secara seragam. Akibatnya ada $ {\delta >0}$ sedemikian sehingga untuk setiap $ {|y_1-y_2|<\delta}$ kita dapatkan

$ \displaystyle \biggl|\frac{\partial f}{\partial y}(x,y_1)-\frac{\partial f}{\partial y}(x,y_2)\biggr|<\frac{\varepsilon}{b-a} \ \ \ \ \ (3)$

Perhatikan bahwa untuk setiap $ {x}$ berlaku $ {|c_x-y|<|y_0-y|}$ (karena $ {c_x}$ di antara $ {y_0}$ dan $ {y}$). Dengan membuat $ {|y-y_0|<\delta}$ maka menurut (3) ekspresi pada (0) kurang dari $ {\varepsilon}$. $\Box$

Sekarang akan kita berikan contoh bagaimana teorema di atas dapat digunakan untuk menghitung integral.

Contoh 1 Kita akan tunjukkan bahwa

$ \displaystyle \int_0^\infty \frac{\sin x}{x}=\frac{\pi}{2} \ \ \ \ \ (4)$

Pertama, definisikan

$ \displaystyle F(y):=\int_0^\infty \frac{e^{xy}\sin x}{x}\,dx\qquad y\leq 0 $

Perhatikan bahwa $ {F’(y)=\int_0^\infty e^{xy}\sin x\, dx}$. Dengan menggunakan partial integral, dapat kita hitung (silakan dicoba)

$ \displaystyle F’(y)=\frac{e^{xy}(y\sin x-\cos x)}{1+y^2}\biggl\vert_{x=0}^{x=\infty} $

Perhatikan bahwa $ {|y\sin x-\cos x|\leq |y|+1}$. Karena $ {y<0}$ maka ketika $ {x\rightarrow\infty}$ kita peroleh $ {e^{xy}\rightarrow 0}$. Akibatnya $ {\lim_{x\rightarrow\infty}\frac{e^{xy}(y\sin x-\cos x)}{1+y^2}=0}$ dan kita peroleh

$ \displaystyle F’(y)=-\frac{1}{1+y^2} $

Dengan mengintegralkan kedua ruas kita dapatkan $ {F(y)=-\arctan(y)+C}$. Dengan membandingkan dengan (4), didapat

$ \displaystyle \int_0^\infty \frac{e^{xy}\sin x}{x}\,dx=-\arctan(y)+C $

Ambil limit $ {y\rightarrow-\infty}$, kita peroleh

$ \displaystyle 0=\frac{\pi}{2}-C $

Jadi

$ \displaystyle \int_0^\infty \frac{e^{xy}\sin x}{x}\,dx=-\arctan(y)+\frac{\pi}{2}. $

Dengan substitusi $ {y=0}$ di dapat

$ \displaystyle \int_0^\infty \frac{\sin x}{x}=\frac{\pi}{2}. $

Catatan 1 Teorema di atas berlaku untuk fungsi yang kontinu pada kali silang interval tutup $ {[a,b]\times [c,d]}$, sedang kan pada soal $ {(x,y)\in[0,\infty]\times [-\infty,0]}$. Hal ini tidak menyalahi teorema, karena kita bisa bekerja pada interval tertutup $ {[0,r]\times [0,s]}$ terlebih dulu dan kemudian mengambil limit $ {r\rightarrow\infty}$ dan $ {s\rightarrow -\infty}$.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment